Memuji dan Menyanjung Allah
di dalam al-Qur'an

 

Allah, yang berkuasa atas segala sesuatu, dipuji dan disanjung oleh semua yang berada di langit dan bumi. Dia dipuji dan disanjung di dunia dan akhirat. Tidak ada tuhan melainkan Allah. Kepada-Nya kita dikembalikan. Firman Allah,

"Segala di langit dan bumi menyanjung Allah. Kepunyaan-Nya Kerajaan, dan kepunyaan-Nya puji-pujian, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu." (64:1)

"Dia Allah; tidak ada tuhan melainkan Dia. Bagi-Nya segala pujian pada permulaan dan akhir, dan bagi-Nya juga Putusan, dan kepada-Nya kamu akan dikembalikan." (28:70)


Puji

Al-Qur'an, yang mengandungi ajaran Allah, diturunkan untuk menjadi petunjuk bagi manusia, dan ia dengan jelas kelihatan bermula dengan memuji-Nya, seperti di bawah:

"Dengan nama Allah, Yang Pemurah, Yang Pengasih. Segala puji bagi Allah, Pemelihara semua alam. Yang Pemurah, Yang Pengasih. Merajai Hari Agama (Pengadilan). (1:1-4)

Kata-kata pujian itu pula diterima sebagai contoh yang disuratkan di dalam al-Kitab untuk memuji-Nya. Contoh-contoh lain adalah seperti berikut:

"Segala puji bagi Allah yang cipta langit dan bumi, dan buatkan gelap dan cahaya;" (6:1)

"Dan katakan, 'Segala puji bagi Allah yang tidak ambil seorang anak, dan yang tidak ada sebarang sekutu dalam kerajaan, dan tidak juga sebarang wali (pelindung) daripada kerendahan diri.'" (17:111)

"Kepunyaan-Nya apa yang di langit, dan apa yang di dalam bumi; sesungguhnya Allah, Dia Yang Kaya, Yang Terpuji." (22:64)

"tingginya Allah, Raja, Yang Benar! Tidak ada tuhan melainkan Dia, Pemelihara Arasy yang mulia." (23:116)

"Kepunyaan Allah segala yang ada di langit dan di bumi; sesungguhnya Allah, Dia Yang Kaya, Yang Terpuji." (31:26)

"Segala puji bagi Allah yang kepunyaan-Nya apa yang di langit dan apa yang di bumi. Bagi-Nya segala puji di akhirat; Dia Yang Bijaksana, Yang Menyedari.
Dia tahu apa yang menembusi ke dalam bumi, dan apa yang keluar darinya, dan apa yang turun dari langit, dan apa yang naik kepadanya; Dia Yang Pengasih, Yang Pengampun." (34:1-2)

"bagi Allah segala puji, Pemelihara langit dan Pemelihara bumi, Pemelihara semua alam.
Bagi-Nya penguasaan di langit dan bumi; Dia Yang Perkasa, Yang Bijaksana." (45:36-37)

Di samping itu, terdapat juga suruhan untuk memuji-Nya bersama ucap sejahtera ke atas hamba-hamba yang Dia pilih. Ayat di bawah jelaskannya:

"Katakanlah, 'Segala puji bagi Allah, dan sejahtera ke atas hamba-hamba-Nya yang Dia pilih.'" (27:59)

Kitab Allah yang sempurna turut beri panduan kepada waktu untuk memuji-Nya, iaitu pada waktu petang dan zuhur. Demikianlah dinyatakan oleh ayat berbunyi,

"Bagi-Nya segala puji di langit dan di bumi, pada waktu petang dan waktu zuhur kamu." (30:18)

Masa untuk memuji-Nya tidak terhad kepada waktu-waktu tersebut. Pada masa-masa lain, misalan,

- selepas dapat sesuatu setelah memohon dalam doa, seperti dapat anak, 
- setelah dikurniakan lebih daripada orang lain, seperti dalam pengetahuan, 
- setelah diselamatkan daripada kaum yang zalim, 
- setelah dihilangkan daripada segala kesedihan yang menimpa,

adalah masa yang baik untuk memuji-Nya jua. Empat firman berikut melanjutkan huraian mengenainya:

"Segala puji bagi Allah yang beri aku (Ibrahim), walaupun aku tua, Ismail dan Ishak; sesungguhnya Pemeliharaku mendengar seruan (doa)." (14:39)

"Dan Kami beri Daud dan Sulaiman pengetahuan, dan mereka berkata, 'Segala puji bagi Allah, yang lebihkan kami di atas kebanyakan daripada hamba-hamba-Nya yang mukmin.'" (27:15)

"Segala puji bagi Allah yang selamatkan kami daripada kaum yang zalim." (23:28)

"Segala puji bagi Allah yang telah hilangkan segala kesedihan daripada kami. Sesungguhnya Pemelihara kami Pengampun, Berterima Kasih," (35:34)

Tambahan lagi, Allah dipuji ketika berdepan atau bersoal-jawab dengan orang-orang tidak percaya kepada ayat-ayat al-Qur'an. Firman-Nya,

"Dan katakan, 'Segala puji bagi Allah. Dia akan lihatkan kepada kamu ayat-ayat-Nya, dan kamu akan kenalinya. Pemelihara kamu tidak lalai daripada apa kamu buat.'" (27:93)

"Jika kamu tanya mereka, 'Siapakah yang turunkan dari langit air, dan dengannya hidupkan bumi setelah ia mati?' mereka akan berkata, 'Allah.' Katakanlah, 'Segala puji bagi Allah.' Tidak, tetapi kebanyakan mereka tidak faham." (29:63)

"Jika kamu tanya mereka, 'Siapakah yang cipta langit dan bumi?' mereka akan berkata, 'Allah.' Katakanlah, 'Segala puji bagi Allah.' Tidak, tetapi kebanyakan mereka tidak tahu." (31:25)

Orang-orang yang memuji Allah adalah antara beberapa golongan manusia yang dikategorikan sebagai orang-orang mukmin. Mereka akan masuk Taman (syurga). Allah berfirman,

"Orang-orang yang bertaubat, orang-orang yang menyembah, orang-orang yang memuji, orang-orang yang berpergian, orang-orang yang tunduk, orang-orang yang sujud, orang-orang yang menyuruh pada yang baik dan melarang daripada yang mungkar, dan orang-orang yang menjaga had-had (hudud) Allah - dan berilah kamu berita gembira kepada orang-orang mukmin." (9:112)

Amalan memuji Allah berterusan hingga Hari Kiamat dan Akhirat, iaitu ketika manusia dibangkitan semula, dan selepas manusia yang takut kepada Tuhan, atau yang beramal, masuk ke dalam Taman. Al-Qur'an menyatakan,

"Pada hari Dia seru kamu, lalu kamu sahut dengan memuji-Nya, dan kamu sangka kamu tidak tinggal melainkan sebentar sahaja." (17:52)

"Dan mereka (yang takut kepada Pemelihara mereka) berkata, 'Segala puji bagi Allah yang benar dalam janji-Nya kepada kami, dan Dia mewariskan kami bumi sebagai tempat tinggal di mana sahaja kami hendaki di Taman.' Sangat baiknya upah bagi orang-orang yang beramal!" (39:74)

Segala puji bagi Allah, Pemelihara semua alam!


Sanjung

Beralih kepada tajuk kedua, iaitu menyanjung Allah. Menyanjung-Nya bermula dari awal lagi iaitu sebelum Adam dicipta, misalan, ketika Dia beritahu para malaikat mengenai kehendak-Nya cipta seorang khalifah di bumi. Lalu para malaikat menyanjung dengan lafaz berbunyi,

"Engkau disanjung! Kami tidak ada pengetahuan melainkan apa yang Engkau ajar kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Mengetahui, Yang Bijaksana." (2:32)

Menyanjung Allah adalah juga dengan memuji-Nya, dan ia adalah suruhan Allah. Suruhan tersebut termaktub di dalam ayat berbunyi,

"Tawakallah kepada Yang Hidup, Yang Tidak Mati, dan sanjunglah dengan memuji-Nya." (25:58)

Dan, sama dengan amalan memuji, suruhan untuk menyanjung-Nya tidak terhad kepada manusia. Segala sesuatu melafazkan sanjungan-Nya. Maka ada di antara sanjungan yang tidak difahami manusia. Firman-Nya,

"Tujuh langit dan bumi dan sesiapa di dalamnya menyanjung-Nya; tiada sesuatu melainkan menyanjung dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak faham sanjungan (tasbih) mereka. Sesungguhnya Dia adalah Penyantun, Pengampun." (17:44)

Justeru, didapati daripada al-Qur'an para malaikat menyanjungnya "malam dan siang, tidak berhenti" (21:20), dan guruh, Nabi dan Rasul jua. Contoh ayat-ayatnya adalah:

"Guruh menyanjung dengan memuji-Nya, dan para malaikat, dalam ketakutan kepada-Nya." (13:13)

"Supaya kami (Musa dan Harun) sanjung Engkau dengan banyak," (20:33)

"Dan bersama Daud, Kami tundukkan gunung-gunung untuk menyanjung, dan burung-burung, dan Kamilah yang membuatnya." (21:79)

Gunung-gunung dan burung-burung turut menyanjung Allah! Menyentuh sedikit mengenai burung-burung dengan menyelitkan sebuah ayat berbunyi, "Tidakkah kamu lihat bagaimana segala di langit dan di bumi menyanjung Allah, dan burung-burung mengembangkan sayap-sayap mereka? Masing-masing, Dia tahu solatnya, dan sanjungannya; dan Allah tahu apa mereka buat" (24:41). Kelihatan dua amalan, iaitu solat dan menyanjung, jadi seperti isi dan kuku.

Dan, akhir sekali, mereka yang menyanjung Allah adalah orang-orang yang percaya kepada ayat-ayat-Nya serta mereka yang tulus. Demikianlah dinyatakan oleh ayat-ayat berikut:

"Orang-orang yang percayai ayat-ayat Kami hanyalah yang apabila mereka diingatkan dengannya jatuh bersujud, dan mereka sanjung dengan memuji Pemelihara mereka, dan tidak sombong." (32:15)

"Kamilah mereka (yang tulus) yang menyanjung." (37:166)

Semua yang menyanjung Allah menurut beberapa waktu yang ditetapkan. Waktu-waktu dikenalpasti daripada ayat-ayat berbunyi:

"Maka sabarlah kamu atas apa mereka kata, dan sanjunglah dengan memuji Pemelihara kamu, sebelum terbit matahari, dan sebelum terbenamnya, dan lafazlah sanjungan Pemelihara kamu pada bahagian-bahagian malam, dan pada tepi-tepi siang, supaya kamu sangat puas hati." (20:130)

"Di dalam rumah-rumah yang Allah izinkan untuk dinaikkan, dan nama-Nya disebut di dalamnya; di dalamnya menyanjung-Nya, pagi dan petang," (24:36)

"Bersama dia (Sulaiman) Kami tundukkan gunung-gunung untuk menyanjung pada waktu petang dan matahari terbit," (38:18)

"dan sanjunglah dengan memuji Pemelihara kamu pada waktu petang dan awal pagi." (40:55)

"Lafazlah sanjungan-Nya pada malam hari, dan pada hujung-hujung sujud." (50:40)

"Dan sabarlah kamu atas putusan Pemelihara kamu; sesungguhnya kamu adalah di bawah pengawasan (mata) Kami. Dan sanjunglah dengan memuji Pemelihara kamu ketika kamu bangkit," (52:48)

"Dan lafazlah sanjungan-Nya pada waktu malam, dan pada pengunduran bintang-bintang." (52:49), dan

"Dan sebahagian daripada malam; sujudlah kepada-Nya, dan sanjunglah Dia melintasi malam yang panjang." (76:26)

Sewaktu berdukacita juga disuruh menyanjung-Nya - berdukacita sebab apa yang dikata oleh tiga golongan manusia:

1. orang-orang yang adakan berserta Allah tuhan yang lain,
2. orang-orang tidak percaya kepada ayat-ayat Allah, dan
3. orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah.

Sungguh, apa mereka kata kepada orang-orang yang berpegang kepada al-Qur'an amat menyakitkan hati. Allah menjelaskan,

"Sesungguhnya Kami tahu bahawa dada kamu jadi sempit dengan apa yang mereka (orang-orang yang adakan berserta Allah tuhan yang lain) kata.
Lafazlah sanjungan Pemelihara kamu, dan jadilah antara orang-orang yang sujud," (15:97-98)

"Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka (orang-orang tidak percaya kepada ayat-ayat Allah) mengatakan, dan sanjunglah dengan memuji Pemelihara kamu," (20:130)

"Maka sabarlah kamu (terhadap orang-orang yang membantah ayat-ayat Allah); sesungguhnya janji Allah benar, dan mintalah ampun atas kesalahan kamu, dan sanjunglah dengan memuji Pemelihara kamu pada waktu petang dan awal pagi." (40:55)

Akhir sekali, manusia menyanjung bila datang pertolongan dan kemenangan bagi agama Allah (agama menurut petunjuk al-Qur'an). Firman-Nya,

"Apabila datang pertolongan Allah, dan kemenangan,
Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah berkumpulan-kumpulan,
Maka lafazlah sanjungan Pemelihara kamu, dan mintalah ampun kepada-Nya, sesungguhnya Dialah yang menerima taubat." (110:1-3)

Apa yang harus diucap dalam sanjungan kepada Allah turut hadir di dalam al-Kitab. Lantas, ayat-ayat yang dirasai sesuai untuk dilafaz dalam menyanjung Allah dihimpunkan di bawah:

"Tuhan Yang Satu; tidak ada tuhan melainkan Dia, Yang Pemurah, Yang Pengasih." (2:163)

"Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, Yang Hidup, Yang Kekal. Mengantuk tidak mengambil-Nya, dan tidak juga tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di dalam langit dan apa yang di dalam bumi. Siapakah dia yang akan mengantara di sisi-Nya, kecuali dengan izin-Nya? Dia tahu apa yang sebelum mereka, dan apa yang sesudah mereka, dan mereka tidak tahu sesuatu daripada pengetahuannya, kecuali apa yang Dia hendaki. Takhta-Nya merangkumi langit dan bumi, dan Dia tidak rasa tertekan menjaga keduanya; Dia Yang Tinggi, Yang Agung." (2:255)

"Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, Yang Hidup, Yang Kekal." (3:2)

"Tidak ada tuhan melainkan Allah, dan sesungguhnya Allah, Dia Yang Perkasa, Yang Bijaksana." (3:62)

"tidak ada tuhan melainkan Dia, Pencipta segala sesuatu" (6:102)

"Engkau disanjung! Aku bertaubat kepada Engkau; aku yang pertama antara orang-orang mukmin." (7:143)

"Tidak ada tuhan melainkan Dia. Kepada-Nya aku tawakal. Dia Pemelihara Arasy yang besar." (9:129)

"Dia disanjung! Dia Yang Kaya, kepunyaan-Nya segala apa yang di langit dan di bumi." (10:68)

"Yang Tahu yang ghaib dan yang nyata, Yang Besar, Yang Tinggi." (13:9)

"Allah Pencipta segala sesuatu, dan Dia Yang Satu, Yang Menakluki." (13:16)

"Yang Pemurah, duduk di atas Arasy,
Kepunyaan-Nya apa yang di dalam langit, dan apa yang di dalam bumi, dan semua yang di antara keduanya, dan semua yang di bawah tanah." (20:5-6)

"Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia. Kepunyaan-Nya nama-nama paling baik." (20:8)

"Allah disanjung, Pemelihara semua alam!" (27:8)

"Tidak ada sesuatu tuhan melainkan Allah, Yang Satu, Yang Menakluki,
Pemelihara langit dan bumi, dan apa yang di antara keduanya, Yang Perkasa, Yang Pengampun." (38:65-66)

"Dia disanjung! Dia Allah, Yang Satu, Yang Menakluki." (39:4)

"Segala di langit dan bumi menyanjung Allah; Dia Yang Perkasa, Yang Bijaksana.
Kepunyaan-Nya kerajaan langit dan bumi; Dia hidupkan dan Dia matikan, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.
Dia Yang Pertama dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin (Tersembunyi); Dia tahu segala sesuatu." (57:1-3)

"Segala di langit dan di bumi menyanjung Allah, Raja, Yang Suci, Yang Perkasa, Yang Bijaksana." (62:1), dan,

"Dia Allah, Satu,
Allah, tempat perlindungan yang berkekalan,
Yang tidak beranak, dan tidak diberanakkan,
Dan yang setara dengan Dia, tiada sesiapa." (112:1-4)


Nama Allah

Menyebut nama-nama Allah, pada fahaman penulis, merupakan satu lagi cara dalam amalan menyanjung-Nya. Ia terbit daripada firman berbunyi,

"Maka sanjunglah nama Pemelihara kamu, Yang Agung." (56:74)

Selain nama tersebut, nama Yang Tinggi juga disuruh sanjung dengan khusus. Sebabnya mungkin jelas dengan tersendiri - tiada yang lebih agung dan lebih tinggi daripada Allah, Pemelihara yang mulia.

Namun begitu, Allah mempunyai nama-nama lain yang dikatakan-Nya paling baik, yang manusia disuruh supaya diseru pula. Suruhan tersebut berbunyi,

"Kepunyaan Allah nama-nama paling baik, maka serulah kepada-Nya dengannya," (7:180)

Kerana amalan menyeru berkait rapat dengan amalan menyanjung, maka pada hemat penulis, dalam menyanjung Allah, harus juga menyebut nama-nama-Nya yang lain, yang selain daripada Yang Agung dan Yang Tinggi.

Lazimnya, nama Allah didapati berpasangan, seperti Yang Pemurah dengan Yang Pengasih, dan kebanyakan daripadanya disebut di hujung ayat. Kadang-kadang mereka terdapat di hujung beberapa ayat yang berturut-turut.

Nama-nama Allah yang diturunkan di bawah disusun menurut kronologi ayat-ayat, dan pasangan yang disebut berulang kali hanya dicatat sekali. Di samping itu, mungkin terdapat nama-nama yang tidak disenaraikan, kerana sudah diturunkan terlebih dahulu di halaman ini. Nama-nama-Nya (atau sifat-sifat-Nya) adalah:

"Engkau disanjung! Sesungguhnya Engkaulah Yang Mengetahui, Yang Bijaksana." (2:32)

"Yang Menerima Taubat, Yang Pengasih." (2:37)

"Allah Merangkumi, Mengetahui." (2:115)

"Engkaulah Yang Mendengar, Yang Mengetahui,"
"
Engkaulah Yang Menerima Taubat, Yang Pengasih."
"Engkaulah Yang Perkasa, Yang Bijaksana." (2:127-129)

"Allah Lembut kepada manusia, Pengasih." (2:143)

"Allah Mensyukuri (Berterima Kasih), Mengetahui." (2:158)

"Allah Perkasa, Bijaksana." (2:220)

"Allah Mendengar, Mengetahui."
"Allah Pengampun, Penyantun."
"Allah Pengampun, Pengasih." (2:224-226)

"Allah Kaya, Penyantun" (2:263)

"Allah Perkasa, Pendendam." (3:4)

"Allah Mengetahui, Bijaksana."
"Allah Mengetahui, Penyantun." (4:11-12)

"Allah Dia adalah Tinggi, Besar."
"Allah Mengetahui, Menyedari." (4:34-35)

"Allah Pemaaf, Pengampun." (4:43)

"Allah Merangkumi, Bijaksana."
"Allah Kaya, Terpuji." (4:130-131)

"Allah Pengampun, Penyantun." (5:101)

"Dia Yang Halus, Yang Menyedari." (6:103)

"Dia Terpuji, Cemerlang." (11:73)

"Yang Perkasa, Yang Terpuji." (14:1)

"Yang Pencipta, Yang Mengetahui." (15:86)

"Allah Mengetahui, Berkuasa." (16:70)

"Allah Mengetahui, Penyantun."
"Allah Pemaaf, Pengampun."
"Allah Mendengar, Melihat."
"Allah, Dia Yang Tinggi, Yang Besar."
"Allah Halus, Menyedari."
"Allah, Dia Yang Kaya, Yang Terpuji." (22:59-64)

"Allah Kuat, Perkasa."
"Allah Mendengar, Melihat." (22:74-75)

"Allah Menerima Taubat, Bijaksana!" (24:10)

"Allah Perkasa, Bijaksana."
"Allah Mendengar, Melihat." (31:27-28)

"Allah, Dia Yang Benar, . Allah, Dia Yang Tinggi, Yang Besar." (31:30)

"Allah Pengampun, Pengasih."
"Allah Mengetahui, Penyantun." (33:50-51)

"Yang Pemberi Keputusan, Yang Mengetahui."
"Allah, Yang Perkasa, Yang Bijaksana." (34:26)

"Dia Mendengar, Dekat." (34:50)

"Pemelihara Yang Mulia" (37:180)

"Yang Perkasa, Yang Pengampun." (39:5)

"Allah, Yang Perkasa, Yang Mengetahui,"
"Pengampun kesalahan, Penerima taubat, Keras dalam balasan-Nya, Yang Mewah; tidak ada tuhan melainkan Dia, dan kepada-Nya kepulangan." (40:2-3)

"Allah, Yang Tinggi, Yang Besar." (40:12)

"Allah, Dia Yang Mendengar, Yang Melihat." (40:20)

"Allah, Yang Perkasa, Yang Bijaksana."
"Dia Yang Tinggi, Yang Agung."
"Allah, Dia Yang Pengampun, Yang Pengasih." (42:3-5)

"Allah Pengampun, Berterima Kasih." (42:23)

"Dia Yang Pelindung, Yang Terpuji." (42:28)

"Allah Menerima Taubat, Pengasih."
"Allah Mengetahui, Menyedari."
"Allah Pengampun, Pengasih." (49:12-14)

"Allah, Dia Yang Pemberi Rezeki, Yang Mempunyai Kekuatan, Yang Teguh." (51:58)

"Dialah Yang Buat Kebaikan, Yang Pengasih." (52:28)

"Berkatnya nama Pemelihara kamu, Yang Gemilang, Yang Mulia." (55:78)

"Allah, Dia Yang Kaya, Yang Terpuji."
"Allah Kuat, Perkasa." (57:24-25)

"Dia Allah; tidak ada tuhan melainkan Dia. Dia yang tahu yang ghaib dan yang nyata; Dia Yang Pemurah, Yang Pengasih."
"Dia Allah; tidak ada tuhan melainkan Dia. Dia Raja, Yang Suci, Yang Sejahtera, Yang Setia (Mukmin), Yang Mengawal, Yang Perkasa, Yang Mempunyai Kuasa, Yang miliki Segala Kebesaran. Allah disanjung, di atas apa mereka sekutukan!"
"Dia Allah, Yang Pencipta, Yang Mengadakan, Yang Pembentuk. Bagi-Nya nama-nama paling baik. Segala di langit dan bumi menyanjung-Nya; Dia Yang Perkasa, Yang Bijaksana." (59:22-24)

"Allah Berterima Kasih, Penyantun,"
"Yang Tahu yang ghaib dan yang nyata, Yang Perkasa, Yang Bijaksana." (64:17-18)

"Dialah yang memulakan, dan mengulangkan,"
"Dia Yang Pengampun, Yang Penyayang,"
"Yang mempunyai Arasy, Yang Indah,"
"Yang melakukan apa yang Dia hendaki." (85:13-16), dan,

"Sanjunglah nama Pemelihara kamu, Yang Tinggi," (87:1)

(Sayugia diingatkan bahawa nama Allah yang sentiasa disanjung, iaitu Akbar - Allahu Akbar - tidak disebut di dalam al-Qur'an dan didapati tidak juga disenaraikan di dalam senarai "99 Nama Tuhan" yang masyhur itu. Dan sekali pandang merentasi al-Qur'an, bilangan nama-Nya adalah hanya kira-kira 80 sahaja.)

Suruhan Allah dilaksanakan. Bagi mereka yang tidak menyanjung-Nya diterangkan sebagai orang-orang yang sombong kepada Allah. Firman-Nya,

"... apabila mereka diingatkan dengannya (ayat-ayat al-Qur'an) jatuh bersujud, dan mereka sanjung dengan memuji Pemelihara mereka, dan tidak sombong." (32:15)

Mereka akan temui keburukan seperti diberitakan dalam kisah Nabi Yunus yang ditelan seekor ikan, iaitu sekiranya baginda tidak pernah menyanjung Allah tentu baginda duduk kekal di dalam perut ikan hingga Hari Kiamat. Ayat yang beri peringatan tersebut berbunyi,

"Sesungguhnya, jika dia (Yunus) tidak termasuk orang-orang yang menyanjung, Tentu dia akan tinggal di dalam perutnya hingga hari mereka dibangkitkan," (37:143-144)

Lagi sama dengan memuji, amalan menyanjung Allah turut dilafazkan di akhirat, oleh para malaikat dan orang-orang yang masuk Taman. Dua ayat yang tertera di bawah, yang juga merupakan ayat-ayat terakhir diturunkan di sini, menjelaskan:

"Dan kamu akan lihat para malaikat mengelilingi Arasy, mereka sanjung dengan memuji Pemelihara mereka; dan dengan adil perkara diputuskan antara mereka; dan dikatakan, 'Segala puji bagi Allah, Pemelihara semua alam.'" (39:75)

"Seruan mereka di dalamnya (Taman), 'Engkau disanjung, ya Allah', dan salam hormat mereka, 'Salam', dan akhir seruan mereka, 'Segala puji bagi Allah, Pemelihara semua alam.'" (10:10)

Sebagai penutup, ingin disebut satu lagi amalan suruhan Allah iaitu solat. Ia difikirkan berhubung rapat dengan amalan memuji dan menyanjung Allah (17:110-111 dan 24:21). Lantaran itu, lafaz yang disarung dalam memuji dan menyanjung Allah harus dipakai pula dalam solat.

Maka puji dan sanjunglah Allah, Pemelihara semua alam!


Penulis Bacaan
27.4.07

Artikel / English Articles
Halaman Utama   Terkini   Perpustakaan   Bacaan   E-Mail   Hiasan   Kalimat Pilihan
Keratan Akhbar   Penemuan   Soalan Lazim   Sudut Pelajar
Tulis kepada Pengurus Laman